Program Studi: Bimbingan dan Konseling
119 dokumen ditemukan
Penerapan Self Regulated Learning untuk Meningkatkan Kemandirian dalam Mengerjakan Tugas Kuliah Mahasiswa di STKIP AM Kabupaten Pangkep
MUH HAMZAH, 2020. Penerapan self regulated learning untuk meningkatkan kemandirian dalam mengerjakan tugas kuliah mahasiswa di stkip andi matappa kabupaten pangkep. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya tingkat kemandirian sebagian mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah di STKIP Andi Matappa. Hal ini ditandai dengan kurangnya kedisiplinan, keterlambatan pengumpulan tugas, sifat mengandalkan teman, rasa tidak percaya diri, serta ketidakbertanggungjawaban dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran tingkat kemandirian dalam mengerjakan tugas kuliah mahasiswa sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan teknik self-regulated learning, serta (2) mengetahui pengaruh penerapan teknik self-regulated learning dalam meningkatkan kemandirian mengerjakan tugas kuliah pada mahasiswa di STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian praeksperimen (pre-experimental design) menggunakan desain One-Group PretestPosttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2019/2020 sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 mahasiswa yang memiliki kriteria kemandirian belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner) kemandirian belajar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kemandirian dalam mengerjakan tugas kuliah mahasiswa sebelum diberikan teknik self-regulated learning berada pada kategori sedang/rendah, dan mengalami peningkatan secara signifikan berada pada kategori tinggi setelah diberikan perlakuan (treatment) teknik self-regulated learning. Penerapan tahap-tahap self-regulated learning (meliputi rehearsing and memorizing, goal setting and planning, self-evaluating and self-consequenting, seeking information, keeping records and self-monitoring, serta seeking social assistance) terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan
Skripsi & TesisPenerapan Teknik Self Instruction untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Siswa Kelas XI di SMKN 1 Pangkep
RATNASARI, 2020, penerapan teknik self intruction untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa di SMK Negeri 1 Pangkep. Skripsi. Di bimbing oleh Hasbahuddin, S.Pd., M.Pd dan Drs. H.Arifin Dia,M.Si. Program Studi Bimbingan Dan Konseling STKIP Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini menelaah penerapan teknik Self Instruction untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa di SMK Negeri 1 Pangkep. Masalah utama dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana gambaran pelaksanaan teknik Self Instruction di SMK Negeri 1 Pangkep, (2) bagaimana gambaran tingkat kejenuhan belajar siswa sebelum dan sesudah di terapkan teknik Self Instruction di SMK Negeri 1 Pangkep, (3) apakah teknik self instruction dapat mengurangi kejenuhan belajar siswa di SMK Negeri 1 Pangkep. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui gambaran pelaksanaan teknik Self Instruction di SMK Negeri 1 Pangkep, (2) untuk mengetahui gambaran tingkat kejenuhan belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Pangkep sebelum dan sesudah pelaksanaan bimbingan dengan teknik Self Instruction, dan (3) untuk mengetahui efektifitas pengunaan teknik self instruction dalam menangani kejenuhan belajar siswa di SMK Negeri 1 Pangkep. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen terhadap 25 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas II di SMK Negeri 1 Pangkep. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis persentase dan analisis statistik dan analisis statistik inferensial, yaitu t-test. Hasil penelitan menunjukkan bahwa: (1) tingkat kejenuhan belajar siswa di SMK Negeri 1 Pangkep sebelum di beri treatment berada pada kategori sangat tinggi, (2) tingkat kejenuhan belajar siswa setelah di beri treatment yang meliputi 6 tahap berada kategori sangat rendah, dan (3) terdapat perbedaan tingkat kejenuhan belajar siswa sebelum dan sesudah di berikan treatment.
Skripsi & TesisPengembangan Model Konseling Islam Berbasis Nilai-nilai Profetik terhadap Moral Awareness Siswa di SMA Muhammadiyah Pangkep
Aulia Baina Zahra, 2020. Pengembangan Model Konseling Islam Berbasis NilaiNilai Profetik Terhadap Moral Awareness Siswa di SMA Muhammadiyah Pangkep. Skripsi. Dibimbing oleh Muh. Ilham Bakhtiar dan Ahmad Yusuf Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini menelaah pengembangan model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik terhadap moral awareness siswa di SMA Muhammadiyah Pangkep. Masalah utama penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran kebutuhan siswa terhadap model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik di SMA Muhammadiyah Pangkep? (2) Bagaimana model konseling Islam yang dapat diterima melalui uji kegunaan, kelayakan, dan ketepatan model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik di SMA Muhammadiyah Pangkep? (3) Apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan dengan penggunaan modul konseling Islam berbasis nilainilai profetik terhadap moral awareness siswa SMA Muhammadiyah Pangkeр? Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui gambaran kebutuhan siswa terhadap model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik di SMA Muhammadiyah Pangkep. (2) Mengetahui model konseling Islam yang dapat diterima melalui uji kegunaan, kelayakan, dan ketepatan model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik di SMА Muhammadiyah Pangkep. (3) Mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan dengan penggunaan modul konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik terhadap moral awareness siswa SMA Muhammadiyah Pangkep. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang berdasarkan tahapan-tahapan penelitian oleh Borg and Gall. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif, yaitu Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat siswa yang memiliki masalah moral awarenss di SMA Muhammadiyah Pangkep. Sehingga panduan konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik sangat dibutuhkan di sekolah. (2) pengembangan model konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik yang diterima untuk meningkatkan moral awareness siswa mendapat skala penilaian tinggi dari para ahli dan respon yang sangat baik dari guru bimbingan konseling serta siswa yaitu dapat diterima dan layak untuk digunakan di SMA Muhammadiyah Pangkep. (3) Terdapat perbedaan tingkat kesadaran moral (moral awareness) siswa sebelum dan sesudah di berikan layanan dengan penggunaan modul konseling Islam berbasis nilai-nilai profetik.
Skripsi & TesisModel Koseling Multikultural Melalui Penanaman Nilai Budaya 4S "Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Siri na Pacce" dalam Mereduksi Degradasi Moral Remaja Era Milenial di SMKN 1 Pangkep, Kec. Bungoro, Kabupaten Pangkep
NUR SUCI IZRAMADHANI, 2020, Model Konseling Multikultural Melalui Penanaman Nilai Budaya 4S “Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Siri Na Pacce” Dalam Mereduksi Degradasi Moral Remaja Era Milenial di SMKN 1 Pangkep, Kec. Bungoro, Kabupaten Pangkep. Skripsi. Di bimbing oleh Muh. Ilham Bakhtiar, S.Pd., M.Pd. dan Ahmad Yusuf, S.Pd., M.Pd. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa peserta didik merupakan makhluk sosial yang akan terus berkembang seiring berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi dan globalisasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral remaja pada era milenial, gaya hidup modernisasi saat ini yang sedang trend membawa dampak positif sekaligus juga dampak negatif yang sangat besar. Remaja terlena dengan kemajuan teknologi terutama handphone, internet, dan televisi, mereka sibuk di dunia maya tanpa peduli batasannya dan lingkungan sekitarnnya. Hal ini menjadi tantangan bagi guru bimbingan dan konseling agar dapat membangun sinergi dan tanggung jawab terhadap karakter anak antara sekolah, orang tua dan masyarakat, hal ini dapat ditanggulangi dengan pengembangan nilai-nilai karakter siswa dengan pengembangan model konseling multicultural berbasis budaya 4S “Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Siri Na Pacce”. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) model Borg and Gall yang menelaah pengembangan budaya 4S “Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Siri Na Pacce” sebagai media untuk mereduksi degradasi moral siswa pada era milenial. Masalah utama dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran kebutuhan siswa terhadap model konseling multikultural berbasis nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)” dalam mereduksi degradasi moral siswa di SMKN 1 Pangkep ? (2) Bagaimana gambaran model konseling multikultural berbasis nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)” yang diterima melalui uji kelayakan, uji kegunaan, dan uji ketepatan dalam mereduksi degradasi moral siswa di SMKN 1 Pangkep ? (3) Apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan dengan menggunakan model konseling multikultural berbasis nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)”dalam mereduksi degradasi moral siswa SMKN 1 Pangkep?. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitan ini berupa panduan konseling dengan nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)”dibutuhkan di SMKN 1 Pangkep, selanjutnya dikembangkan model sebagai panduan untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam mereduksi degradasi moral siswa era milenial dengan lima sesi kegiatan dimana tiap tahapan kegiatan menyajikan materi budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce), refleksi dan lembar kerja. Dan berdasarkan seluruh kegiatan penilaian dari uji akseptibilitas (kegunaan, kelayakan, ketepatan dan isi materi) uji kelompok kecil dengan menggunakan statistic uji Wilcoxon, maka panduan konseling multikultural dengan nilai budaya 4S “(sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, siri na pacce)” sangat efektif dalam mereduksi degradasi moral siswa pada era milenial di SMKN 1 Pangkep, Kab. Pangkep.
Skripsi & TesisEfektifitas Buku Kecil sebagai Sarana Layanan Informasi Bimbingan Karir untuk Menentukan Pilihan Pekerjaan dan Studi Lanjut Siswa di SMK Negeri 1 Pangkep
Nur Khatima,2020, Efektifitas Booklet Sebagai media layanan informasi bimbingan karir untuk menentukan pilihan pekerjaan dan studi lanjut siswa di SMKN 1 Pangkep, Skripsi. Dibimbing oleh H. Muh Basri, Muh Ilham Bahtiar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pemahaman siswa dalam pemilihan pekerjaan setelah mendapatkan Booklet dalam pemberian layanan informasi bimbingan karir siswa kelas XII di SMKN 1 Pangkep, dan (2) bagaimana pemahaman siswa dalam pemilihan studi lanjut setelah mendapatkan Booklet dalam pemberian layanan informasi bimbingan karir siswa kelas XII di SMKN 1 Pangkep. Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Untuk mengetahui pemahaman siswa dalam pemilihan pekerjaan dan studi lanjut setelah mendapatkan media booklet. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) terhadap 66 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas XII di SMKN 1 Pangkep, dengan menggunakan 2 siklus. Pengumpulan data dengan menggunakan skala, scenario pemberian layanan informasi bimbingan karir dan observasi. Dan dalam penyajian data digunakannya aplikasi SPSS, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) pemilihan pekerjaan dan studi lanjut siswa di SMKN 1 Pangkep pada pra siklus berada pada pada kategori “sedang”. Setelah diberikannya tindakan siklus I masih berada pada kategori “sedang” juga dan peneliti mengambil Kembali tindakan siklus II siswa mulai mengalami perubahan dari kategori “sedang” menjadi kategori yang “sangat tinggi” pada siklus ini siswa tidak bingung serta mempunyai masalah lagi akan perencanaan dan pemilihan pekerjaan dan studi lanjut. Hampir semua siswa memberikan nilai sangat terhadap kegiatan proses pemberian layanan informasi bimbingan karir.
Skripsi & TesisPenerapan Bimbingan Karir terhadap Perencanaan Pemilihan Perguruan Tinggi Siswa di SMA Negeri 4 Pangkep
BUANA SARI, 2019. Penerapan bimbingan karir terhadap perencanaan pemilihan perguruan tinggi siswa di SMA Negeri 4 Pangkep Dibimbing oleh: Bapak H. Muh Basri, sebagai pembimbing 1 dan Ibu Aztri Fithrayani, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah gambaran siswa terhadap perencanaan pemilihan perguruan tinggi sebelum dan sesudah diberikan bimbingan karir di SMA Negeri 4 Pangkep? 2) Apakah bimbingan karir dapat membantu merencanakan pemilihan perguruan tinggi siswa di SMA Negeri 4 Pangkep? Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui gambaran siswa terhadap perencanaan pemilihan perguruan tinggi sebelum dan sesudah diberikan bimbingan karir di SMA Negeri 4 Pangkep. 2) Untuk mengetahui bimbingan karir dapat membantu merencanakan pemilihan perguruan tinggi siswa di SMA Negeri 4 Pangkep. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, dengan sampel penelitian sebanyak 53 orang siswa yang tersebar di 10 kelas. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif, hipotesis dalam penelitian yang berbunyi “Penerapan bimbingan karir dapat membantu perencanaan pemilihan perguruan tinggi siswa di SMA Negeri 4 Pangkep”. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai posttest lebih tinggi dari pada pretest dan hasil uji t menunjukkan adanya pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan karir perencanaan pemilihan perguruan tinggi di SMA Negeri 4 Pangkep.
Skripsi & TesisPenerapan Teknik Rational Emotive Behavioral Therapy dalam Upaya Mengatasi Kecemasan Siswa dalam Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Pangkajene
NUR RARA AMIATI HAMIR, 2019, Penerapan Teknik Rational Emotive Behavioral Therapy Dalam Upaya Mengatasi Kecemasan Siswa Dalam Pelajaran Matematika Di SMP Negeri 1 Pangkajene. Di bimbing oleh Bapak Hasbahuddin dan Ibu A. Aztri Fithrayani. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana gambaran kecemasan siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene ?, (2) Bagaimana gambaran pelaksanaan teknik REBT (Rational Emotif Behavior Therapy) dalam upaya mengatasi kecemasan siswa dalam Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Pangkajene ?, (3) Apakah ada pengaruh kecemasan siswa sebelum dan sesudah tekhnik REBT ( Rational Emotif Behavior Therapy ) dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Pangkajene ?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui gambaran kecemasan siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene, (2) Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan teknik REBT (Rational Emotif Behavior Therapy) dalam upaya mengatasi kecemasan siswa dalam Pelajaran Matematik di SMP Negeri 1 Pangkajene,(3) Untuk mengetahui bahwa konseling Rational Emotif Behavior Therapy (REBT) dapat mengatasi kecemasan siswa dalam pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Pangkajene. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 405 orang siswa, yang terdiri atas 200 laki-laki dan 205 perempuan. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 32 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Gambaran perilaku kecemasan pada siswa sebelum dan setelah diberikan teknik rational emotive behavior therapy (REBT) sebagai teknik kelompok berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 68.25 dan setelah diberikan rational emotive behavior therapy(REBT) sebagai pendekatan konseling kelompok berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 47.75, artinya terjadi penurunan perilaku tingkat kecemasan pada siswa setelah diberikan rational emotive behavior therapy (REBT) sebagai pendekatan konseling kelompok.(2)Gambaran pelaksanaan teknik REBT Dimana siswa yang memiliki masalah kecemasan kini sudah mengalami perubahan positif, siswa sudah mau menyampaikan pendapat, siswa berani dan tidak malu menanyakan materi yang tidak mereka mengerti di dalam pelajaran tersebut, selain itu siswa juga merubah pola pikir mereka.
Skripsi & TesisPenerapan Bimbingan Karir Teknik Anne Roe terhadap Keputusan Karir Siswa di SMA Negeri 4 Pangkep
RAHMADANI MAGFIRA, 2019. Penerapan bimbingan karir teknik Anne Roe terhadap keputusan karir siswa di SMA Negeri 4 Pangkep Dibimbing oleh: H. Muh. Basri, sebagai pembimbing 1 dan H.Arifin Dia, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah “Apakah penerapan bimbingan karir melalui teknik Anne Roe berpengaruh terhadap keputusan karir siswa di SMA Negeri 4 Pangkep?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bimbingan karir siswa melalui teknik Anne Roe SMA Negeri 4 Pangkep. Hipotesis yang menyatakan bahwa penerapan bimbingan karir teknik Anne Roe dapat membantu keputusan karir siswa di SMA Negeri 4 Pangkep di Terima Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dengan sampel penelitian sebanyak 50 orang siswa dari SMA Negeri 4 Pangkep. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen. Untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan yaitu terdapat pengaruh positif penerapan bimbingan karir teknik anne roe terhadap keputusan karir pada siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Pangkep diterima Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan bimbingan karir teknik Anne Roe berpengaruh dalam membantu siswa terhadap keputusan karirnya di SMA Negeri 4 Pangkep dengan melihat rata-rata skor pretest mencapai skor 59,48 dan rata-rata skor posttest mencapai skor 87,62
Skripsi & TesisStudi tentang Kesulitan Belajar dan Penanganannya Melalui Konseling Individu pada Siswa SMK Negeri 3 Pangkep
Ratnawati, 2019. Studi tentang kesulitan belajar dan penanganannya melalui konseling individu pada siswa SMK Negeri 3 Pangkep. Dibimbing oleh: Bapak Pattola Muhajir dan Bapak Putra Jaya, Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP A. Matappa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah:1) Bagaimanakah gambaran kesulitan belajar pada siswa di SMK Negeri 3 Pangkep? 2) Faktor-Faktor apa sajakah yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa di SMK Negeri 3 Pangkep ? 3) Apakah layanan konseling individu dapat membantu mengatasi kesulitan belajar siswa di SMK Negeri 3 Pangkep?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui gambaran kesulitan belajar pada siswa di SMK Negeri 3 Pangkep. 2) Untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa di SMK Negeri 3 Pangkep ?, 3) Untuk mengetahui apakah layanan konseling individu dapat membantu mengatasi kesulitan belajar siswa di SMK Negeri 3 Pangkep? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Wawancara, dokumentasi dan observasi , dengan subjek penelitian sebanyak 2 orang siswa dari seluruh kelas XI SMK Negeri 3 Pangkep. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka hasil penelitian ini adalah: 1) Gambaran Masalah MR dan RN yaitu kurang memahami pola pembelajaran dan kurang memahami guru menjelaskan materi dengan lancar dan tidak dapat dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan MR mengalami kesulitan belajar dan berdampak negatif terhadap pelajarannya yaitu dimana nilai rata-rata yang diperoleh oleh MR berada dibawah rata-rata. Sedangkan RN dikarenakan bosan dengan pelajaran dan tugas-tugas sekolah yang menumpuk untuk dikerjakan. 2) Masalah-masalah yang dihadapi oleh kasus MR adalah faktor emosi mengalami kejenuhan belajar kurang memahami pola belajar yaitu sering mengantuk didalam kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung, sedangkan RN disebabkan kumpul dengan orangtuanya sampai larut malam dan mengakibatkannya sering kali terlambat bangun pagi, 3) Upaya penanganan melalui layanan konseling individu dalam membantu siswa kesulitan belajar yaitu dengan memberikan layanan konseling individu dimana peneliti atau guru BK sebagai konsultan, orangtua siswa sebagai konsulti bersama-sama menangani masalah yang dihadapi oleh siswa sehingga lambat dalam belajar secara berkesinambungan sehingga siswa kasus memperoleh kemampuannya sendiri untuk mengentaskan masalahnya. Dengan kemungkinan dari pihak konsulti maka MR dan RN bertanggung jawab mengentaskan masalahnya. Layanan konseling individu efektif mengentaskan masalah slow leaner MR dan RN di SMK Negeri 3 Pangkep
Skripsi & TesisPenerapan Teknik Self Management untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di SMA Negeri 4 Pangkep
RISKA KAMELIA, 2019. Penerapan teknik self management untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep Dibimbing oleh: Bapak Pattola Muhajir, sebagai pembimbing 1 dan Ibu Harmini Abbas. sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana gambaran tingkat kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep sebelum dan sesudah di berikan Penerapan teknik Self-management ? 2) Apakah adas pengaruh teknik Self-management untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep ?. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui gambaran kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep sebelum dan sesudah di berikan penerapan teknik selfmanagement. 2) Untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik self-management untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket observasi dan dokumentasi kebiasaan merokok, dengan sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa di SMA Negeri 4 Pangkep. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen. Untuk menguji hipotesis yang berbunyi “Self management berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep di peroleh thitung ≥ thitung dengan nilai thitung > ttabel (3,966 > 2,042) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Gambaran tingkat kedisiplinann siswa di SMA Negeri 4 Pangkep menunjukkan adanya perbedaan tingkat kedisilinan belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik self Management yaitu perolehan mean pada pretest diperoleh 61,00 nilai ini berada pada interval 55-59 dengan kategori sedang, sedangkan kategori hasil angket setelah perlakuan mendapatkan nilai mean 88,12 berada pada interval 85-100 dengan kategori sangat tinggi. 2) teknik self Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Pangkep. Berdasarkan hasil thitung > ttabel (3,966 > 2,042) pada signifikan 5 %.
Skripsi & TesisPengaruh Konseling Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Kebiasaan Siswa Nomophobia Behavior di SMP Negeri 1 Pangkajene
RISWANDI 2019, Pengaruh Konseling Cognitive Behavior Therapy Untuk Mengurangi Kebiasaan Siswa Nomophobia Behavior Di SMP Negeri 1 Pangkajene. Dibimbing oleh Bapak Putra Jaya dan Bapak H. Arifin Dia. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana gambaran Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene ?, (2) Apakah Teknik Cognitive-Behavior Therapy (CBT) berpengaruh terhadap nomophobia pada siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene ?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui gambaran Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene, (2) Untuk mengetahui apakah Cognitive-Behavior Therapy (CBT) dapat berpengaruh terhadap kebiasaan Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 405 orang siswa, yang terdiri atas 200 lakilaki dan 205 perempuan. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 8 orang siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh konseling kelompok dengan teknik Cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap perilaku kebiasaan siswa Nomophobia kelas VIII SMP Negeri 1 Pangkajene tahun pelajaran 2019/2020 berdasarkan perhitungan uji-z dengan perbandingan Zhitung > Ztabel (14,7 > 1,95). Artinya bahwa Terdapat pengaruh perubahan positif dan signifikan perilaku Nomophobia yang di alami oleh siswa melalui kegiatan konseling kelompok dengan Cognitive behavioral therapy (CBT). (2) Gambaran perilaku Nomophobia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pangkajene sebelum dan setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok berada pada kategori tinggi dan setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok berada pada kategori rendah. Artinya terjadi penurunan perilaku tingkat kebiasaan Nomophobia pada siswa setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok.
Skripsi & TesisPenerapan Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa di SMK Negeri 2 Pangkep
SAENAB, 2019. Penerapan bimbingan karir untuk meningkatkan kematangan karir siswa di SMK Negeri 2 Pangkep Dibimbing oleh: Ibu Salmiati, sebagai pembimbing 1 dan Bapak A. Jaya Alam, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana gambaran kematangan karir siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan bimbingan karir siswa di SMK Negeri 2 Pangkep ? 2) Apakah penerapan bimbingan karir berpengaruh untuk meningkatkan kematangan karir siswa di SMK Negeri 2 Pangkep ? Penelitian ini Pmemiliki tujuan 1) Untuk mengetahui gambaran kematangan karir siswa di SMK Negeri 2 Pangkep. 2)Untuk mengetahui pengaruh penerapan bimbingan karir dengan meningkatkan kematangan karir siswa di SMK Negeri 2 Pangkep Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket kematangan karir, dengan sampel penelitian sebanyak 35 orang siswa dari kelas X Busana 2. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) Gambaran kematangan karir siswa sebelum dan sesudah diberikan bimbingan karir yaitu kematangan karir siswa berada pada kategori Rendah dan setelah diberikan bimbingan karir berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kematangan karir siswa sebelum dan setelah diberikan bimbingan karir. 2) Ada pengaruh yang paling dominan kematangan karir siswa yang awalnya berada pada taraf rendah dan setelah diberikan perlakuan maka kematangan karir siswa meningkat, hal ini berarti bahwa semakin sering dilakukan bimbingan karir maka akan dapat meningkatkan kematangan karir siswa
Skripsi & TesisStudi Tentang Pacaran dan Penanganannya Melalui Konseling Individu Pada Siswa SMP Negeri 2 Pangkep
MELIYANTI PALIDAN. 2019. Studi Tentang Pacaran dan Penanganannya Melalui Konseling Individu Pada Siswa SMP Negeri 2 Pangkep. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. STKIP Andi Matappa Pangkep. Dosen Pembimbing 1 Hj. Harmini Abbas dan H. Arifin Dia sebagai dosen pembimbing 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Pacaran dan penanganannya pada siswa SMP Negeri 2 Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan studi kasus. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak pacaran pada siswa dan penanganan yang di berikan. Waktu dan tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pangkep Tahun Pembelajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara terstruktur. Dampak positif pacaran pada PM dan AP, meliputi pacaran yang memberi perhatian, melakukan hobi yang sama, menabung jika bertemu/kencan tidak mendapat uang jajan dari orangtua dan juga memberi semangat. Namun, dalam perolehan nilai AP merasa nilainya bagus.Dampak negatifnya pacaran pada PM, nilai mengalami penurunan, semangat belajar yang kurang, konsetrasi berkurang, dan tidak bebas melakukan segala aktivitas waktu PM dan AP yang terfokus untuk pasangan. Upaya penanganan pacaran dilakukan dengan layanan konseling individu kepada PM dan AP, hasil konseling individu PM akan mengurangi chatingan dan telfonan dengan sang pacar dan mengajak PM keluar jalan, dan AP meminta sang pacar untuk percaya padanya sehingga bisa melakukan kegiatannya dengan bebas dan bisa kumpul dengan teman-temannya tanpa di curigai.
Skripsi & TesisPengaruh Bimbingan Belajar dengan Teknik Accelerated Learning untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa di SMA Negeri 20 Pangkep
NUR HALISAH BASRI, 2019. Pengaruh bimbingan belajar melalui teknik accelerated learning untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa di SMA Negeri 20 Pangkep Dibimbing oleh: Bapak A. Zam Immawan Alam, sebagai pembimbing 1 dan Ibu Salmiati, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah bimbingan belajar melalui teknik accelerated learning berpengaruh untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa di SMA NEGERI 20 PANGKEP?”Penelitian ini memiliki tujuan “untuk mengetahui pengaruh dari bimbingan belajar melalui teknik accelerated learning dalam meningkatkan motivasi prestasi siswa di SMA NEGERI 20 PANGKEP”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket motivasi berprestasi, dengan sampel penelitian sebanyak 35 orang siswa dari seluruh kelas SMA Negeri 20 Pangkep. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan layanan bimbingan belajar dengan teknik accelerated learning dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa di SMA Negeri 20 Pangkep. Ada pengaruh yang paling dominan motivasi berprestasi siswa yang awalnya berada pada taraf rendah dan setelah diberikan perlakuan maka motivasi berprestasi siswa meningkat, hal ini berarti bahwa semakin sering dilakukan bimbingan belajar dengan teknik accelerated learning maka akan dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
Skripsi & TesisPenerapan Teknik Kontrak Perilaku terhadap Kedisiplinan Siswa di SMA Negeri 7 Pangkep
WAHIDAH. 2019. Penerapan teknik kontrak perilaku terhadap kedisiplinan siswadi SMA Negeri 7 Pangkep Dibimbing oleh: H. Muh Basri,, sebagai pembimbing 1 dan A. Jaya Alam, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana gambaran upaya peningkatan kedisiplinan siswa melalui kontrak perilaku di SMA Negeri 7 Pangkep? 2) Apakah penerapan teknik kontrak perilaku dapat meningkatkan kedisiplinan siswa? Tujuan dalam penelitian ini adalah “ 1) Untuk mengetahui gambaran Bagaimana gambaran upaya peningkatan kedisiplinan siswa melalui kontrak perilaku di SMA Negeri 7 Pangkep. 2) Untuk mengetahui penerapan teknik kontrak perilaku dapat meningkatkan kedisiplinan siswa? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang siswa yang tersebar di 7 kelas. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, untuk menguji hipotesis yang berbunyi “Ada pengaruh positif penerapan teknik kontrak perilaku terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 7 Pangkep di terima.” Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) Gambaran kedisiplinan siswa SMA Negeri 7 Pangkep sebelum diberikan penerapan teknik kontrak perilaku berada pada kategori rendah, sedangkan setelah diberikan penerapan teknik kontrak perilaku maka kedisiplinan siswa meningkat pada kategori tinggi. 2) Terdapat pengaruh signifikan antara penerapan teknik sosiodrama dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMA Negeri 7 Pangkep Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat disampaikan setelah mengetahui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Guru sebaiknya meningkatkan persiapan dalam menerapkan teknik kontrak perilaku dalam proses pembelajaran sejarah mulai dari materi, naskah, pembagian waktu serta tempat pelaksanaan simulasi agar kedisiplinan siswa dapat tumbuh dengan baik. Pembelajaran menggunakan teknik kontrak perilaku lebih mengena karena melalui proses pembelajaran. 2) Guru hendaknya mampu mengkondisikan suasana kelas agar proses pembelajaran dengan teknik kontrak perilaku dapat berlangsung dengan lancar serta menanamkan kesan yang mendalam dibenak siswa tentang kedisiplinan. 3) Penulis menganggap penting penelitian ini, karena siswa dengan mengetahui dan memahami dirinya sendiri, mereka mampu menghasilkan nilai positif dalam pengembangan potensi dan fitrah yang dimilikinya sehingga nantinya dapat hidup di dunia dan akhirat dapat dicapai secara optimal. 4) Bagi Mahasiswa jurusan Bimbingan dan konseling mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, maka dari itu ia harus dapat mengembangkan skill dan kemampuan keilmuan yang dimilikinya remaja
Skripsi & TesisStudi Kebiasaan Menonton Sinetron Kekerasan di SMA Negeri 4 Pangkep
FUJA DWI LESTARI, 2019, Skripsi, “Studi Kebiasaan Menonton Sinetron Kekerasan di SMA Negeri 4 Pangkep” . di bombing oleh ; H.A. Aminullah Alam, sebagai (Pembimbing I) dan Putra Jaya (Pembimbing II). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Pangkep, fokus masalah dalam penelitianini adalah : 1) untuk mengetahui bentuk sinetron kekerasan yang di tonton siswa di SMA Negeri 4 Pangkep, 2) untuk mengetahui dampak perilaku menonton sinetron kekerasan siswa di SMA Negeri 4 Pangkep, 3) mendapat gambaran mengenai faktor penyebab siswa suka menonton sinetron kekerasan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, interview/ wawancara dan dokumentasi, dengan subyek penelitian 2 orang siswa dari kelas X di SMA Negeri 4 Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui penanganan layanan teknik self management. Dari hasil penelitian ini adalah gambaran kebiasaan menonton sinetron kekerasan. 10 masalah- masalah yang sering dilakukan adalah 2) faktor penyebab kebiasaan menonton sinetron kekerasan adalah 3) upaya yang dilakukan dalam mengurangi kebiasaan menonton sinetron kekerasan yaitu melalui konseling individu teknik self management dan hasilnya kebiasaan menonton sinetron kekerasan berkurang.
Skripsi & TesisTeknik ABC untuk Mengatasi Trauma Pacaran pada Siswa SMA Negeri 4 Pangkep
GUSTINA, 2019. Teknik ABC untuk mengatasi trauma pacaran pada siswa di SMA Negeri 4 Pangkep Dibimbing oleh: Bapak Hasbahuddin, sebagai pembimbing 1 dan Bapak A. JayaAlam, sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah bentuk perilaku berpacaran siswa di SMA Negeri 4 Pangkep? 2) Faktor apa sajakah yang menyebabkan siswa di SMA Negeri 4 Pangkep mengalami trauma Pacaran ? 3) Apakah teknik ABC dapat mengatasi trauma pacaran pada siswa SMA Negeri 4 Pangkep?. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui bentuk perilaku berpacaran siswa di SMA Negeri 4 Pangkep? 2) Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan siswa di SMA Negeri 4 Pangkep mengalami trauma Pacaran ? 3) Untuk mengetahui teknik ABC dalam mengatasi trauma pacaran pada siswa SMA Negeri 4 Pangkep? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Wawancara dan observasi , dengan subjek penelitian sebanyak 2 orang siswa SMA Negeri 4 Pangkep Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif, adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, maka hasil penelitian ini adalah: 1) Bentuk trauma pacaran AZ yang sering kali menarik diri dan sering menyendiri, mudah curiga dan berfikiran berlebihan dan berjaga-jaga agar tidak terlalu sakit ketika hubungan berakhir. Dan trauma pacaran UK yang sering kali menarik diri dan sering menyendiri, mudah curiga dan berfikiran berlebihan dan tidak mudah terbuka kepada orang lain dan tidak siap mengalami kegagalan serupa 2) Faktor Penyebab trauma pacaran AZ yaitu diputuskan oleh pacarnya hanya karena orang ketiga, sehingga AZ merasa tidak terima dan sakit hati, sehingga membuatnya cenderung menyendiri dan menarik diri dari pergaulan, mudah curiga dan merasa kalau semua laki-laki sama. Sedangkan trauma pacaran UK diputuskan oleh pacarnya dengan alasan ingin fokus belajar menyambut ujian, akan tetapi tidak selang beberapa hari setelah putus pacarnya sudah jadian dengan kakak kelas
Skripsi & TesisPenerapan Teknik Konseling Directive untuk Mengatasi Efek Over Make Up Siswa SMA Negeri 3 Pangkep
NURFAIKAH HARUNA 2019. Penerapan teknik konseling directive untuk mengatasi masalah over makeup siswa SMA Negeri 3 Pangkep Dibimbing oleh: Bapak H. A. Aminullah Alam, M.Si, sebagai pembimbing 1 dan Bapak Hasbahuddin, S.Pd, M.Pd, sebagai pembimbing 2. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah gambaran bentuk perilaku over make up di SMA Negeri 3 Pangkep? 2) Apakah penerapan konseling directive dapat mengatasi masalah over make up siswa di SMA Negeri 3 Pangkep? Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui gambaran bentuk perilaku over make up di SMA Negeri 3 Pangkep? 2)Apakah penerapan konseling directive dapat mengatasi masalah over make up siswa di SMA Negeri 3 Pangkep? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, dengan sampel penelitian sebanyak 24 orang siswa yang tersebar di 16 kelas. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, untuk menguji hipotesis yang berbunyi “Ada pengaruh positif penerapan teknik konseling directive dapat mengatasi masalah over makeup siswa SMA Negeri 3 Pangkep.” Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Gambaran over makeup siswa di SMA Negeri 3 Pangkep sebelum diberikan teknik konseling directive berada pada kategori rendah dan menjadi meningkat pada kategori rendah dan sangat rendah setelah diterapkan teknik konseling directive. 2) Penerapan teknik konseling directive untuk mengatasi efek over makeup siswa di SMA Negeri 3 Pangkep, terbukti dari rata-rata perolehan hasil angket sebelum perlakuan berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi menurun setelah diberikan perlakuan yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah, maka dapat diketahui bahwa efek over makeup siswa menurun setelah diterapkan teknik konseling directive
Skripsi & TesisPenerapan Psikodrama Sebagai Teknik Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di Kelas X SMA Negeri 20 Pangkep
ARNIDA. 2018. Penerapan Psikodrama sebagai Teknik Bimbingan Kelampok dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di Kelas X SMA Negeri 20 Pangkep. Skripsi. Dibimbing oleh Hasabuddin, S.Pd,. M.Pd dan Drs. H. Syamsul Umar, S.Pd,. M.M. Jurusan Ilmu Pendidikan. Program Studi Bimbingan dan Konseling Strata Satu (S1). STKIP Andi Matappa Pangkep. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah gambaran kepercayaan diri siswa setelah diterapkan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok di kelas X SMA Negeri 20 Pangkep?; (2) Apakah ada pengaruh penerapan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri siswa di kelas X SMA Negeri 20 Pangkep?. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa setelah diterapkan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok di kelas X SMA Negeri 20 Pangkep; dan (2) Untuk mengetahui pengaruh penerapan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri siswa di kelas X SMA Negeri 20 Pangkep. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah pre eksperimen designs. Variabel penelitian ini adalah variabel independen (bebas) yaitu psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok dan dependen (terikat) yaitu kepercayaan diri siswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest posttest. Teknik dan prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa sebelum diterapkan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok berada dalam kategori sedang (S) dan kepercayaan diri siswa setelah diterapkan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok berada dalam kategori tinggi (T). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap penerapan psikodrama sebagai teknik bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 20 Pangkep.